Kembali ke Berita

Semua Harga Gadget Naik karena AI

27 Juli 2026
Kategori

Berita

Semua Harga Gadget Naik karena AI

Pendahuluan

Kalau belakangan ini kamu merasa harga laptop, HP, atau komponen PC makin nggak masuk akal, kamu nggak salah lihat. Sepanjang 2026, harga RAM, SSD, dan berbagai perangkat elektronik terus merangkak naik — dan penyebab utamanya cuma satu: ledakan permintaan perangkat keras untuk kecerdasan buatan (AI).

Fenomena ini bukan cuma gosip pasar. Sejumlah lembaga riset seperti Jefferies dan Gartner sudah dengan tegas memproyeksikan bahwa krisis harga memori ini akan terus berlanjut, bahkan berpotensi memburuk hingga 2027.

Kenapa AI Bikin Harga Gadget Naik?

Akar masalahnya ada di rantai pasok komponen memori: DRAM dan NAND Flash. Kedua komponen ini adalah "bahan dasar" dari RAM dan SSD, dan sialnya, keduanya juga jadi rebutan utama industri data center AI.

Beberapa faktor yang memperparah situasi:

  • Server AI melahap memori dalam jumlah masif. Data center AI dilaporkan bisa menyerap hingga 70% dari total produksi memori global di 2026, mulai dari DRAM dan NAND biasa sampai memori berkecepatan tinggi (HBM) yang jauh lebih mahal dan kompleks untuk kebutuhan GPU server.

  • Produsen lebih memilih kontrak besar dari perusahaan data center ketimbang pasar konsumen yang marginnya lebih tipis. Akibatnya, stok untuk PC rumahan, laptop, konsol, dan smartphone jadi lebih ketat.

  • Beberapa produsen NAND sengaja mengurangi produksi untuk menjaga harga tetap tinggi, bukan karena kelangkaan bahan baku, melainkan strategi bisnis mengejar keuntungan lebih besar dari sektor AI.

Seberapa Parah Kenaikannya?

Angka-angka dari berbagai laporan riset cukup mengejutkan:

Sumber Proyeksi Kenaikan Periode Jefferies Equity Research 40–50% Kuartal III 2026 Jefferies Equity Research 30–40% (lanjutan) Kuartal IV 2026 Jefferies Equity Research 40–45% year-on-year Sepanjang 2027 Gartner Hingga 130% Akhir 2026

Gartner bahkan mencatat bahwa porsi biaya memori dalam struktur Bill of Materials (BOM) perangkat melonjak dari 16% di 2025 menjadi 23% di 2026 — artinya, memori kini jadi salah satu komponen termahal dalam sebuah perangkat.

Menariknya, tren ini tidak seragam di semua pasar. Di Jerman misalnya, harga RAM DDR5 justru sempat turun sekitar 20% dalam sebulan terakhir berkat stabilisasi pasokan, sementara harga SSD dan HDD tetap melonjak tajam akibat lonjakan permintaan chip NAND yang naik hingga 87%. Di Amerika Serikat, harga RAM masih naik meski lajunya tidak seagresif 2025.

Dampak ke Berbagai Perangkat

Laptop

Produsen besar seperti Dell dan Lenovo sudah secara terbuka mengumumkan rencana kenaikan harga sejak akhir 2025. Laptop diprediksi naik 20–50% pada 2026, dengan laptop gaming, ultrabook, dan laptop berbasis AI paling terasa dampaknya karena memakai komponen memori kelas premium dalam kapasitas besar.

Smartphone

Kenaikan harga memori paling terasa di segmen smartphone entry-level. Konsumen di segmen ini diperkirakan keluar dari pasar hingga 5 kali lebih cepat dibanding pembeli smartphone premium, karena selisih harga yang makin tidak terjangkau.

PC dan Konsol Gaming

Build PC budget atau laptop murah diperkirakan makin langka. Xbox dilaporkan telah mengumumkan kenaikan harga untuk lini konsolnya, dan Apple disebut-sebut turut menaikkan harga sejumlah produk seperti iPad dan MacBook.

Adopsi AI PC Melambat

Ironisnya, kenaikan harga ini justru menghambat adopsi PC berbasis AI itu sendiri. Target penetrasi pasar AI PC yang semula diharapkan mencapai 50% kini diperkirakan tertunda hingga 2028, karena harga perangkat dengan fitur AI tetap tinggi sementara daya beli konsumen terbatas.

Bagaimana Konsumen Menyikapinya?

Dengan tren harga yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, beberapa pergeseran perilaku konsumen mulai terlihat:

  1. Menahan perangkat lebih lama. Umur pakai PC bisnis diperkirakan naik 15% dan PC konsumen naik 20%, karena orang menunda upgrade.

  2. Beralih ke pasar barang bekas. Banyak calon pembeli laptop baru memilih unit bekas yang masih layak pakai ketimbang membeli baru dengan harga yang terus naik.

  3. Menyesuaikan ekspektasi spesifikasi. Pembeli mulai lebih realistis, memilih kapasitas RAM/SSD sesuai kebutuhan aktual alih-alih mengejar spesifikasi setinggi mungkin.

Kesimpulan

Selama kebutuhan komputasi AI terus tumbuh secepat ini, tekanan terhadap harga komponen memori kemungkinan besar belum akan mereda dalam waktu dekat. Bagi konsumen, ini berarti strategi belanja gadget perlu lebih cermat: memantau promo, mempertimbangkan waktu pembelian, dan tidak buru-buru upgrade kalau belum benar-benar mendesak.


Catatan: Angka dan proyeksi dalam artikel ini didasarkan pada laporan riset pasar per awal-pertengahan 2026 dan dapat berubah seiring perkembangan rantai pasok global.

Informasi